Minggu, 08 Oktober 2017

TOGA

‘’ Mengenal Tanaman Toga “
Kelompok : 2
Anggota : 1. Arini Risky Nursifa (04)
2. Arya Raqli Purmalastu (05)
3. Honesty Adila (16)
4. Rafika Siwi Pandhadha (25)

I. Nama Tanaman Toga
Temulawak
Temulawak adalah tumbuhan obat yang tergolong dalam suku temu-temuan. Ia berasal dari Indonesia, khususnya Pulau Jawa, kemudian menyebar ke beberapa tempat di kawasan wilayah biogeografi Malesia.
Nama ilmiah: Curcuma zanthorrhiza
Tingkatan takson: Spesies
Klasifikasi lebih tinggi: Curcuma

II. Ciri-Ciri Temulawak
- Tanaman ini merupakan tanaman tahunan.
- Mempunyai tinggi hingga 250 cm.
- Daun lebar memanjang atau seperti daun pisang.
- Pada seluruh batangnya ditutupi oleh pelepah daun.
- Akan muncul bunga dari samping batang, dan mahkota bunga berwarna merah.
- Mempunyai rimpang utama yang besar dan bulat.
- Pada bagian luar rimpang berwarna kuning agak tua.
- Pada bagian dalam rimpang berwarna jingga agak coklat.
- Memiliki rimpang-rimpang yang kecil dari bagian rimpang induknya.
- Memiliki bau yang tajam, rasanya pahit dan pedas.
- Pada akarnya ada gelembung yang berbentuk umbi kecil.

III. Cara Budidaya Temulawak

1. Pembibitan
Perbanyakan tanaman temulawak dilakukan menggunakan rimpangrimpangnya baik berupa rimpang induk (rimpang utama) maupun rimpang anakan (rimpang cabang). Keperluan rimpang induk adalah 1.500-2.000
kg/ha dan rimpang cabang sebanyak 500-700 kg/ha.
 1) Persyaratan Bibit
Rimpang untuk bibit diambil dari tanaman tua yang sehat berumur 10 -12 bulan.
2) Penyiapan Bibit
Tanaman induk dibongkar dan bersihkan akar dan tanah yang menempel pada rimpang. Pisahkan rimpang induk dari rimpang anak.
   a. Bibit rimpang induk
Rimpang induk dibelah menjadi empat bagian yang mengandung 2-3 mata tunas dan dijemur selama 3-4 jam selama 4-6 hari berturut-turut. Setelah itu rimpang dapat langsung ditanam.
    b. Bibit rimpang anak
Simpan rimpang anak yang baru diambil di tempat lembab dan gelap selama 1-2 bulan sampai keluar tunas baru. Penyiapan bibit dapat pula dilakukan dengan menimbun rimpang di dalam tanah pada tempat teduh, meyiraminya dengan air bersih setiap pagi/sore hari sampai keluar tunas. Rimpang yang telah bertunas segera dipotong-potong menjadi potongan yang memiliki 2-3 mata tunas yang siap ditanam. Bibit yang berasal dari rimpang induk lebih baik daripada rimpang anakan. Sebaiknya bibit disiapkan sesaat sebelum tanam agar mutu bibit tidak berkurang akibat penyimpanan.

2. Pengolahan Media Tanam
1) Persiapan Lahan
Lokasi penanaman dapat berupa lahan tegalan, perkebunan atau pekarangan. Penyiapan lahan untuk kebun temulawak sebaiknya dilakukan 30 hari sebelum tanam.
2) Pembukaan Lahan
Lahan dibersihkan dari tanaman-tanaman lain dan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan kunyit. Lahan dicangkul sedalam 30 cm sampai tanah menjadi gembur.
3) Pembentukan Bedengan
Lahan dibuat bedengan selebar 120-200 cm, tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 30-40 cm. Selain dalam bentuk bedengan, lahan dapat juga dibentuk menjadi petakan-petakan agak luas yang dikelilingi parit
pemasukkan dan pembuangan air, khususnya jika temulawak akan ditanam di musim hujan.
4) Pemupukan Organik (sebelum tanam)
Pupuk kandang matang dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 1-2 kg. Keperluan pupuk kandang untuk satu hektar kebun adalah 20-25 to karena pada satu hektar lahan terdapat 20.000-25.000 tanaman.

3. Teknik Penanaman
1) Penentuan Pola Tanaman
Penanaman dilakukan secara monokultur dan lebih baik dilakukan pada awal musim hujan kecuali pada daerah yang memiliki pengairan sepanjang waktu. Fase awal pertumbuhan adalah saat dimana tanaman memerlukan banyak air.
2) Pembutan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat di atas bedengan/petakan dengan ukuran lubang 30 x 30 cm dengan kedalaman 60 cm. Jarak antara lubang adalah 60 x 60 cm.
3) Cara Penanaman
Satu bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam dengan posisi mata tunas menghadap ke atas. Setelah itu bibit ditimbun dengan tanah sedalam 10 cm.
4) Perioda Tanam
Masa tanam temulawak yaitu pada awal musim hujan untuk masa panen musim kemarau mendatang. Penanaman pada di awal musim hujan ini memungkinkan untuk suplai air yang cukup bagi tanaman muda yang memang sangat membutuhkan air di awal pertumbuhannya.

4. Pemeliharaan Tanaman
1) Penyulaman
Tanaman yang rusak/mati diganti oleh bibit yang sehat yang merupakan bibit cadangan.
2) Penyiangan
Penyiangan rumput liar dilakukan pagi/sore hari yang tumbuh di atas bedengan atau petak bertujuan untuk menghindari persaingan makanan dan air. Peyiangan pertama dan kedua dilakukan pada dua dan empat
bulan setelah tanam (bersamaan dengan pemupukan). Selanjutnya penyiangan dapat dilakukan segera setelah rumput liar tumbuh. Untuk mencegah kerusakan akar, rumput liar disiangi dengan bantuan kored/cangkul dengan hati-hati.
3) Pembubunan
Kegiatan pembubunan perlu dilakukan pada pertanaman rimpang rimpangan untuk memberikan media tumbuh rimpang yang cukup baik. Pembubunan dilakukan dengan menimbun kembali area perakaran dengan tanah yang jatuh terbawa air. Pembubunan dilakukan secara rutin setelah dilakukan penyiangan.
4) Pemupukan
a. Pemupukan Organik
Pada pertanian organic yang tidak menggunakan bahan kimia termasuk pupuk buatan dan obat-obatan, maka pemupukan secara organic yaitu dengan menggunakan pupuk kompos organic atau pupuk
kandang dilakukan lebih sering disbanding kalau kita menggunakan pupuk buatan. Adapun pemberian pupuk kompos organic ini dilakukan pada awal pertanaman pada saat pembuatan guludan sebagai pupuk
dasar sebanyak 60 – 80 ton per hektar yang ditebar dan dicampur tanah olahan. Untuk menghemat pemakaian pupuk kompos dapat juga dilakukan dengan jalan mengisi tiap-tiap lobang tanam di awal
pertanaman sebanyak 0.5 – 1kg per tanaman. Pupuk sisipan selanjutnya dilakukan pada umur 2 – 3 bulan, 4 – 6 bulan, dan 8 – 10 bulan. Adapun dosis pupuk sisipan sebanyak 2 – 3 kg per tanaman. Pemberian pupuk kompos ini biasanya dilakukan setelah kegiata penyiangan dan bersamaan dengan kegiatan pembubunan.
b. Pemupukan Konvensional
- Pemupukan Awal
Pupuk dasar yang diberikan saat tanam adalah SP-36 sebanyak 100 kg/ha yang disebar di dalam larikan sedalam 5 cm di antara barisan tanaman atau dimasukkan ke dalam lubang sedalam 5 cm pada jarak 10 cm dari bibit yang baru ditanam. Larikan atau lubang pupuk kemudian ditutup dengan tanah. Sesaat setelah pemupuka tanaman langsung disiram untuk mencegah kekeringan tunas.
- Pemupukan Susulan
Pada waktu berumur dua bulan, tanaman dipupuk dengan pupuk kandang sebanyak 0,5 kg/tanaman (10-12,5 ton/ha), 95 kg/ha urea dan 85 kg/ha KCl. Pupuk diberikan kembali pada waktu umur tanaman mencapai empat bulan berupa urea dan KCl dengan dosis masing-masing 40 kg/ha. Pupuk diberikan dengan cara disebarkan merata di dalam larikan pada jarak 20 cm dari pangkal batang tanaman lalu ditutup dengan tanah.
5) Pengairan dan Penyiraman
Pengairan dilakukan secara rutin pada pagi/sore hari ketika tanaman masih berada pada masa pertumbuhan awal. Pengairan selanjutnya ditentukan oleh kondisi tanah dan iklim. Biasanya penyiraman akan lebih banyak dilakukan pada musim kemarau. Untuk menjaga pertumbuhan tetap baik, tanah tidak boleh berada dalam keadaan kering.
6) Waktu Penyemprotan Pestisida
Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala serangan hama penyakit.
7) Pemulsaan
Sedapat mungkin pemulsaan dengan jerami dilakukan diawal tanam untuk menghindari kekeringan tanah, kerusakan struktur tanah (menjadi tidak gembur/padat) dan mencegah tumbuhnya gulma secara berlebihan. Jerami dihamparkan merata menutupi permukaan tanah di antara lubang tanaman.

IV. Manfaat Temulawak

1. Memelihara Fungsi Hati
Salah satu manfaat temulawak yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia adalah untuk menjaga fungsi hati. Ini karena temulawak mengandung katagoga yang memproduksi empedu dalam hati serta merangsang pengosongan empedu.
Sejumlah uji klinik terhadap temulawak menemukan bahwa temulawak ternyata memberikan enzim yang dapat menurunkan kadar SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) dan SGPT (Serum Glutamic Pyruvate Tranaminase). SGOT dan SGPT sendiri merupakan enzim yang terdapat dalam sel hati dan jumlahnya akan meningkat jika terjadi kerusakan.
Seperti dilansir Farmacia, sekitar 38 pasien yang menderita gangguan hati dan memiliki nilai SGOT dan SGPT di atas normal diberikan obat yang mengandung 25 miligram kurkuma atau temulawak, serta beberapa elemen lainnya. Hasilnya, ternyata pasien mengalami penurunan nilai SGOT dan SGPT yang cukup signifikan.
2. Mengurangi Radang Sendi
Temulawak memiliki kandungan kurkumin sekitar 100 mg fenibutazon yang dapat mengurangi radang sendi pada tubuh Anda. Kurkumin ini nantinya akan menghambat perpindahan sel-sel leuksit ke daerah radang atau menghambat pembentukan dan transportasi mediator radang yang disebut prostaglandin.
Temulawak sudah lama digunakan sebagai obat alami pereda radang sendi di India. Menurut sebuah studi yang diterbitkan pada 2009 lalu, pasien radang sendi lutut yang mengonsumsi sari temulawak dan ibuprofen setiap hari selama 6 minggu berhasil mengurangi rasa sakit akibat radang atau arthritis tanpa efek samping yang berarti.
3. Melawan Penyakit Kanker
Selain mengobati kerusakan pada hati, temulawak juga memiliki khasiat melawan penyakit kanker yang menjadi momok banyak orang. Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan pada 2001 silam, curcumin diketahui mampu menghambat pertumbuhan kanker prostat secara signifikan sekaligus berpotensi mencegah perkembangan kanker hormone lainnya.
Sementara itu, University of Maryland Medical Center memaparkan jika tanaman herbal, terutama temulawak, dapat menghentikan pertumbuhan pembuluh darah yang membantu pertumbuhan kanker.
Meskipun dokter masih harus melakukan percobaan lebih lanjut, namun secara umum temulawak direkomendasikan untuk pasien penderita kanker.
4. Menurunkan Lemak Darah
Fraksi kurkuminoid atau ekstrak temulawak memiliki khasiat kesehatan lain yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total. Khasiat temulawak menurunkan kolesterol atau lemak darah tentu saja juga berdampak baik untuk kesehatan jantung serta sistem kardiovaskuler dalam tubuh.
5. Mengatasi Masalah Pencernaan
Manfaat temulawak yang lain adalah melancarkan proses pencernaan. Kandungan zat dalam temulawak diketahui mampu merangsang produksi empedu yang dapat membantu meningkatkan pencernaan. Tak ayal, temulawak mampu membantu penderita yang mengalami berbagai gangguan pencernaan, termasuk kembung, gas dan dyspepsia.
6. Melancarkan ASI
Bagi ibu menyusui, mengonsumsi temulawak ternyata dapat meningkatkan serta melancarkan produksi ASI. Temulawak memiliki kandungan antioksidan yang tinggi sehingga berguna untuk mencegah terjadinya perubahan atau oksidasi nutrisi yang diperlukan untuk memproduksi ASI seperti protein dan asam lemak. Jika terjadi oksidasi nutrisi, maka produksi ASI pada ibu akan berkurang. Bukan itu saja, kualitas ASI juga dapat menurun.

V. Produk Yang Dihasilkan
Bagian yang dimanfaatkan Hasil olahan Pengguna
Kulit Kulit industri pupuk
Daging Simplisia rimpang Industri obat tradisional
Pati Industry makanan
Oleoresin Industri farmasi makanan
Zat warna Industri makanan, tekstil, farmasi
Minuman berkarbonat (limun) , minuman nonberkarbonat sirop dan bir Rumah tangga dan industri minuman


VI. Pertanyaan dan Jawaban

1. Radang sendi itu apa? Mengapa temulawak dapat menyembuhkannya? Apa ada kandungan tertentu? (Aang Nur Hikmah No. Absen 1)
2. Contoh masalah pencernaan yang dapat diatasi oleh temulawak? Kenapa temulawak dapat mengatasinya? (Syakilla Adha N. No. Absen 29)
3. Bagaimana cara mencegah kerusakan akar temulawak dari rumput liar dengan bantuan kored? (Laras Nur Rahma No. Absen 20)
Jawab :
1. Radang Sendi atau disebut juga sebagai arthritis merupakan suatu penyakit yang menyebabkan terjadinya inflamasi di dalam satu atau beberapa sendi. Gejala yang dirasakan penderita biasanya berupa rasa sakit, bengkak, kemerahan, atau sensasi hangat pada sendi yang meradang. Kandungan kurkumin dalam temulawak sama dengan 100 mg fenibutazom yang mengurangi radang sendi dan nyeri. Cara kerjanya yakni dengan melakukan penghambatan perpindahan sel-sel leukosit kepada daerah radang atau dengan penghambatan pembentukan serta transportasi mediator yaitu prostagladin. Hasil pengujian memberikan hasil perbaikan pada penderita radang sendi.
2. Gangguan pencernaan seperti kembung, gas, dan dispepsia. Zat dalam temulawak yang meliputi anti zat anti oksidan, katagoga, kurkumin, dll. Zat tersebut dapat merangsang produksi empedu di kandung empedu, yang dapat membantu meningkatkan pencernaan.
3. Cara mencegah kerusakan akar temulawak dari rumput liar dengan bantuan kored yaitu dengan cara menyiangi atau membersihkan rumput liar di sekitar tanaman temulawak menggunakan kored/cangkul kecil dengan hati-hati.

TOGA

Kelompok : 1
Nama anggota : 1. Elen Wijayanti ( 07 )
   2. Fadillah Puspa Nadinisa ( 09 )
   3. Rerich Kesuma ( 27 )
   4. Syakilla Adha Nandianta ( 29 )

TUGAS PRAKARYA dan KEWIRAUSAHAAN 
MENGENAL TANAMAN TOGA ( JAHE )

1. Nama tanaman TOGA : Jahe

2. Ciri – ciri tanaman jahe :
a) Batang jahe merupakan batang semu dengan tinggi 30 – 100 cm
b) Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau         menyengat
c) Daun menyirip dengan panjang 15-23 mm dan lebar 8-15mm
d) Tangkai daun berbulu halus
e) Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas ruas tengah
f) Rasa dominan pedas yang disebabkan senyawa bernama zingeron
g) Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah,berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5-5cm dan lebar 1,5-      1,75

3. Cara budidaya tanaman jahe :
A. Syarat pertumbuhan
Iklim
1) Tanaman jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi yaitu antara 2500-4000 mm/tahun.
2) Pada umur 2,5 -7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan sinar matahari.
3) Suhu udara optimum antara 25-30 0 C.
Media tanam
1) Ditanam pada tanah yang subur,gembur,banyak mengandung humus.
2) Tanaman jahe dapat tumbuh pada keasaman tanah(PH) sekitar 4,3-7,4.
Ketinggian tempat
1) Jahe tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian 0-2000 mdpl, tetapi di Indonesia pada umumnya dengan ketinggian 200-600 mdpl.
B. Pedoman budidaya
Pembibitan jahe
1) Bahan bibit diambil langsung dari kebun bukan dari pasar
2) Dipilih bahan bibit dari tanaman yang sudah tua ( berumur 9- 10 bulan )
3) Dipilih pula tanaman yang sehat dan kulit rimpang tidak terluka atau lecet.
Penyemaian bibit : untuk pertumbuhan tanaman yang seragam ,bibit jangan langsung ditanam sebaiknya terlebih dahulu dikecambahkan. Penyemaian bibit dapat dapat dilakukan dengan peti kayu dan dengan bedegan
Penyiapan bibit jahe : sebelum ditanam bibit harus dibebaskan dari ancaman penyakit dengan cara bibit tersebut dimasukkan kedalam karung dan dicelupkan kedalam larutan fungisida sekitar 8 jam. Kemudian bibit dijemur 2-4 jam barulah bibit ditanam.
C. Pengolahan media tanam
Persiapan lahan : untuk mendapatkan hasil yang optimal, keasaaman tanah harus disesuaikan dengan kebutuhan keasaman tanaman jahe.
Pembukaan lahan : diawali dengan pembajakan tanah sedalam kurang lebih 30 cm untuk mendapatkan kondisi tanah yang gembur. Setelah itu, tanah dibiarkan 2-4 minggu agar gas gas beracun menguap serta bibit penyakit dan hama akan mati terkena sinar matahari.
Pembentukan bedengan : bedengan bedengan sebaiknya ukuran tinggi 20-30 cm dan lebar 80-100 cm
Pengapuran
D. Teknik penanaman jahe
Penentuan pola tanaman : salah satu pola tanaman yaitu monokultur yang dapat   menghasilkan produksi tinggi
Pembuatan lubang tanaman : untuk menghndari pertumbuhan jahe yang jelek maka sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan- bedengan. Selanjutnya buat lubang- lubang kecil sedalam 3-7,5 cm untuk menanam bibit.
Cara penanaman : penanaman dilakukan dengan cara melekatkan bibit rimpang secara rebah kedalam lubang tanam.
Perioda tanam : sebaiknya ditanam pada bulan September dan Oktober.
E. Pemeliharaan tanaman
Penyulaman : dilakukan sekitar 2-3 minggu setelah ditanam.
Penyiangan : dilakukan ketika tanaman jahe berusia 2-4 minggu kemudian dilanjutkan 3-6 minggu sekali.
Pembubunan : tujuan dari pembubunan adalah untuk menimbun rimpang jahe yang kadang – kadang muncul ke atas permukaan tanah.
Pemupukan : ada 2 cara pemupukan yaitu pemupukan organik dan pemupukan konvensial. Pemupukan organic dilakukan pada awal pertumbuhan tanaman jahe dan pemupukan konvensional dilakukan pada saat tanaman jahe berumur 4 bulan.
Pengairan dan penyiraman : jika tanaman jahe ditanam pada musim hujan maka tidak perlu ada penyiramamn teratur karena tanaman jahe tidak terlalu membutuhkan banyak air.
Waktu penyemprotan pestisida : penyemprotan pestisida sebaiknya dilakukan mulai dari penyimpanan bibit untuk disemaikan dan pada saat pemeliharaan. Penyemprotan pestisida pada fase pemeliharaan biasanya dicampur dengan pupuk organik cair ataupun vitamin- vitamin yang mendorong pertumbuhan jahe.

4. Manfaat tanaman jahe :
a) Melancarkan peredaran darah.
b) Meredakan perut kembung.
c) Mengobati migrain.
d) Mengurangi demam dan batuk.
e) Mencegah perut buncit.
f) Menurunkan tekanan darah.
g) Menurunkan berat badan.
h) Mengobati sakit gigi.
i) Mencegah menstruasi yang tidak teratur.
j) Membuat tubuh perkasa
k) Sebagai obat jerawat.
l) Sebagai obat mabuk perjalanan.
m) Mengobati morning sickness ( mual pada ibu hamil )
n) Menurunkan kolesterol.
o) Mengobati luka gigitan ular.
p) Meredakan nyeri dan sendi kaku
q) Memerangi sel kanker.

5. Produk yang biasa dihasilkan :
a) Jahe kering, jahe kering cocok digunakan sebagai penyebab makanan.
b) Jahe instan, dikonsumsi sebagai wedhang jahe, terutama di daerah dingin untuk menghangatkan tubuh.
c) Jus jahe, jus jahe berbentuk cair dan mudah ditakar sehingga sering digunakan dalam memasak dan memanggang kue.
d) Manisan jahe, manisan jahe adalah jahe yang telah dicacah menjadi potongan kecil, kemudian dimasak dan dilapisi gula.
e) Roti jahe, roti jahe adalah makanan produk manis dibumbui dengan jahe.
f) Permen jahe, permen jahe adalah sebuah jenis kembang gula yang berbahan dasar gula dan jahe.

6. Pertanyaan
1. Mengapa teknik penanaman monokultur lebih unggul untuk tanaman jahe ?
Penanya : Vika Lutfia Harviana ( 30 )
Jawaban : Karena media tanam monokultur lebih luas dan hanya digunakan untuk satu jenis tanaman sehingga jahe dapat menyerap lebih banyak nutrisi.
2. Mengapa jahe baik ditanam pada bulan September?
Penanya : Faiz Nur Fauzi ( 10 )
Jawaban : Karena pada bulan September merupakan awal musim penghujan yang dibutuhkan oleh tanaman jahe muda karena membutuhkan banyak suplai air. Jadi kita tidak perlu melakukan penyiraman secara teratur dan tidak perlu mengeluarkan banyak modal untuk kebutuhan air untuk penyiraman.
3. Apa yang dimaksud dengan pembubunan?
Penanya : Herlina Novina
Jawaban : pembubunan adalah kegiatan untuk memperkuat berdirinya batang dan perakaran tanaman.

TOGA

FORMAT LAPORAN HASIL PRESENTASI
‘Mengenai  Tanaman Toga’

Kelompok : 8
Anggota :
1. AANG NUR HIKMAH     (01)
2. GALIH NUR SETO (12)
3. RAHMAT FAUZAN (26)
4. VIKA LUTHFIA HARVIANA (30)

I. Nama Tanaman Toga
         SERAI

II. Ciri-ciri
Serai mirip dengan rumput, akan tetapi dengan ukuran yang lebih besar. daunnya memiliki tekstur kasar dan tajam pada bagian samping. ketika daunnya disobek, akan menguar harum baunya. Batangnya memiliki struktur yang tidak terlalu keras dan berwarna putih.

III. Manfaat
Anti Kanker
Mengatasi Diabetes
Mengobati Anemia
Mengatasi Bakteri
Mengatasi Jamur
Mengatasi Masuk Angin
Mengatasi Perut Kembung
Mengeluarkan Racun
Menurunkan Kolesterol Jahat
Menguatkan Sistem Saraf
Mengobati Penyakit Kulit
Menurunkan Tekanan Darah
Antiseptik
Anti Inflamasi
Mengatasi Insomnia
Menurunkan Berat Badan
Melancarkan Pencernaan
Mengatasi Demam
Mengatasi Gangguan Pernafasan
Memutihkan Gigi
Mengatasi Nyeri Saat Haid
Mengobati Gastritis
Mengobati Flu Dan Pilek
Mengatasi Stress
Pencerah Kulit
Membuat Kulit Nampak Awet Muda.
Mengatasi Rematik


IV. Produk yang dihasilkan
Minyak serai adalah minyak atsiri yang diperoleh dengan cara menyuling bagian atas tumbuhan tersebut. Minyak serai dapat digunakan sebagai pengusir (repelen) nyamuk, baik berupa minyaknya. Kandungan serai adalah sitronela, yang tidak disukai nyamuk.
Sering dikonsumsi banyak orang dengan dijadikan sebagai wedang serai.
juga banyak manfaat lainnya bagi kesehatan kita.

V. Pertanyaan dan Jawaban
PERTANYAAN
1. WARDA FEBRIANTI : APA YANG DIMAKSUD MULSA DAN LIGULA ?
2. ARYA RAQLI P : BAGAIMANA CARA MENGETAHUI KESUBURAN TANAH ?
3. FADILLA PUSPA : KENAPA HARUS DIKASIH LUBANG SEDALAM 25 CM ?

JAWABAN
1. MULSA ADALAH PUPUK ORGANIK BASAH YANG CARA PENGGUNAANNYA HANYA DITABUR. SEDANGKAN LIGULA ADALAH
2. MEMPERHATIKAN RUMPUT YANG TUMBUH DISEKITAR, APAKAH RUMPUT TERSEBUT HIJAU ATAU TIDAK, MEMERHATIKAN KONDISI FISIK TANAH.
3. UNTUK PEMERATAAN PUPUK DAN AIR, SEHINGGA KOMPOSISINYA PAS.

Minggu, 03 September 2017

TUGAS PDK TOGA KELOMPOK 5

TUGAS PRAKARYA dan KEWIRAUSAHAAN 
MENGENAL TANAMAN TOGA ( BAWANG PUTIH )

Kelompok 5 (x mipa 8)
·         Ajeng maharani putri ardiana              (02)
·         Faiz nur fauzi                                      (10)
·         Fatuhatul faizah                                  (11)                 
·         Rafi pradita                                         (24)



1.      CIRI-CIRI BAWANG PUTIH
a)      Merupakan tumbuhan terna yang berdiri tegak
b)      Tinggi bisa mencapai 30-60 cm
c)      Memiliki akar yang serabut
d)     Pada ujung pangkalnya memiliki umbi atau siung
e)      Pada umbi/siungnya dilapisi oleh lapisan/sisik pada bagian luarnya
f)       Ada beberapa yang memilki bunga namun ada pula yang tidak memiliki bunga. Bunga-bunga tersebut berwarna pink/merah jambu.

2.      CARA BERBUDAYA TANAMAN BAWANG PUTIH
a)      Menyiapkan bibit bawang putih
Siapkan bawang putih di dalam kulkas selama 1-2 minggu suhu dingin bisa membat akar akarnya tumbuh di dalam suhu yang dingin.
b)      Siapkan tanah yang gembur
Siapkan tanah, kemudian berilah pupuk dan air secukupnya. Kemudian, lubangi tanah tersebut dengan kedalaman 2 cm. Serta jarak tanam ± 10 cm jika umbi bawang putih sudah keluar akarnya maka selanjutnya menanm umbi bawang putih tersebut.
c)      Memupuk dan mengairi tanaman bawang putih
Beri air secukupnya, karena bawang putih tidak menyukai tanah yang becek. Untuk pemupukan perlu diberi pupuk kandang seminggu sekali. Lalu setelah ± 100 hari, bawang putih siap dipanen!

3.      MANFAAT
a)      Menurunkan risiko kanker
b)      Menurunkan kadar kolesterol
c)      Mengendalikan tekanan darah
d)     Mencegah penyakit jantung
e)      Meredakan infeksi, radang, dan pilek
f)       Mencegah kesehatan otak.
4.      PRODUK YANG DIHASILKAN
a)       Masker wajah
b)       Obat obatan
c)       Bumbu penyedap rasa

d)       Tepung bawang putih 

TUGAS PDK TOGA KELOMPOK 2

TUGAS PRAKARYA dan KEWIRAUSAHAAN
MENGENAL TANAMAN TOGA ( TEMULAWAK )
Kelompok 2
Nama anggota : 1. Arini Risky Nursifa (04)
2. Arya Raqli Purmalastu (05)
3. Honesty Adila (16)
4. Rafika Siwi Pandhadha (25)


Ciri-ciri dari tanaman temulawak ini adalah :
- Tanaman ini merupakan tanaman tahunan.
- Mempunyai tinggi hingga 250 cm.
- Daun lebar memanjang atau seperti daun pisang.
- Pada seluruh batangnya ditutupi oleh pelepah daun.
- Akan muncul bunga dari samping batang, dan mahkota bunga berwarna merah.
- Mempunyai rimpang utama yang besar dan bulat.
- Pada bagian luar rimpang berwarna kuning agak tua.
- Pada bagian dalam rimpang berwarna jingga agak coklat.
- Memiliki rimpang-rimpang yang kecil dari bagian rimpang induknya.
- Memiliki bau yang tajam, rasanya pahit dan pedas.
- Pada akarnya ada gelembung yang berbentuk umbi kecil.

Cara Budidaya Tanaman Temulawak

1. Pembibitan
Perbanyakan tanaman temulawak dilakukan menggunakan rimpangrimpangnya baik berupa rimpang induk (rimpang utama) maupun rimpang anakan (rimpang cabang). Keperluan rimpang induk adalah 1.500-2.000
kg/ha dan rimpang cabang sebanyak 500-700 kg/ha.
1) Persyaratan Bibit
Rimpang untuk bibit diambil dari tanaman tua yang sehat berumur 10 -12 bulan.
2) Penyiapan Bibit
Tanaman induk dibongkar dan bersihkan akar dan tanah yang menempel pada rimpang. Pisahkan rimpang induk dari rimpang anak.
a. Bibit rimpang induk
Rimpang induk dibelah menjadi empat bagian yang mengandung 2-3 mata tunas dan dijemur selama 3-4 jam selama 4-6 hari berturut-turut. Setelah itu rimpang dapat langsung ditanam.
b. Bibit rimpang anak
Simpan rimpang anak yang baru diambil di tempat lembab dan gelap selama 1-2 bulan sampai keluar tunas baru. Penyiapan bibit dapat pula dilakukan dengan menimbun rimpang di dalam tanah pada tempat teduh, meyiraminya dengan air bersih setiap pagi/sore hari sampai keluar tunas. Rimpang yang telah bertunas segera dipotong-potong menjadi potongan yang memiliki 2-3 mata tunas yang siap ditanam. Bibit yang berasal dari rimpang induk lebih baik daripada rimpang anakan. Sebaiknya bibit disiapkan sesaat sebelum tanam agar mutu bibit tidak berkurang akibat penyimpanan.
                                                                                                                            
2. Pengolahan Media Tanam
1) Persiapan Lahan
Lokasi penanaman dapat berupa lahan tegalan, perkebunan atau pekarangan. Penyiapan lahan untuk kebun temulawak sebaiknya dilakukan 30 hari sebelum tanam.
2) Pembukaan Lahan
Lahan dibersihkan dari tanaman-tanaman lain dan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan kunyit. Lahan dicangkul sedalam 30 cm sampai tanah menjadi gembur.
3) Pembentukan Bedengan
Lahan dibuat bedengan selebar 120-200 cm, tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 30-40 cm. Selain dalam bentuk bedengan, lahan dapat juga dibentuk menjadi petakan-petakan agak luas yang dikelilingi parit
pemasukkan dan pembuangan air, khususnya jika temulawak akan ditanam di musim hujan.
4) Pemupukan Organik (sebelum tanam)
Pupuk kandang matang dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 1-2 kg. Keperluan pupuk kandang untuk satu hektar kebun adalah 20-25 to karena pada satu hektar lahan terdapat 20.000-25.000 tanaman.
                                                   
3. Teknik Penanaman
1) Penentuan Pola Tanaman
Penanaman dilakukan secara monokultur dan lebih baik dilakukan pada awal musim hujan kecuali pada daerah yang memiliki pengairan sepanjang waktu. Fase awal pertumbuhan adalah saat dimana tanaman memerlukan banyak air.
2) Pembutan Lubang Tanam                   
Lubang tanam dibuat di atas bedengan/petakan dengan ukuran lubang 30 x 30 cm dengan kedalaman 60 cm. Jarak antara lubang adalah 60 x 60 cm.
3) Cara Penanaman                            
Satu bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam dengan posisi mata tunas menghadap ke atas. Setelah itu bibit ditimbun dengan tanah sedalam 10 cm.
4) Perioda Tanam
Masa tanam temulawak yaitu pada awal musim hujan untuk masa panen musim kemarau mendatang. Penanaman pada di awal musim hujan ini memungkinkan untuk suplai air yang cukup bagi tanaman muda yang memang sangat membutuhkan air di awal pertumbuhannya.
4. Pemeliharaan Tanaman
1) Penyulaman
Tanaman yang rusak/mati diganti oleh bibit yang sehat yang merupakan bibit cadangan.
2) Penyiangan
Penyiangan rumput liar dilakukan pagi/sore hari yang tumbuh di atas bedengan atau petak bertujuan untuk menghindari persaingan makanan dan air. Peyiangan pertama dan kedua dilakukan pada dua dan empat
bulan setelah tanam (bersamaan dengan pemupukan). Selanjutnya penyiangan dapat dilakukan segera setelah rumput liar tumbuh. Untuk mencegah kerusakan akar, rumput liar disiangi dengan bantuan kored/cangkul dengan hati-hati.
3) Pembubunan
Kegiatan pembubunan perlu dilakukan pada pertanaman rimpang rimpangan untuk memberikan media tumbuh rimpang yang cukup baik. Pembubunan dilakukan dengan menimbun kembali area perakaran dengan tanah yang jatuh terbawa air. Pembubunan dilakukan secara rutin setelah dilakukan penyiangan.
4) Pemupukan
a. Pemupukan Organik
Pada pertanian organic yang tidak menggunakan bahan kimia termasuk pupuk buatan dan obat-obatan, maka pemupukan secara organic yaitu dengan menggunakan pupuk kompos organic atau pupuk
kandang dilakukan lebih sering disbanding kalau kita menggunakan pupuk buatan. Adapun pemberian pupuk kompos organic ini dilakukan pada awal pertanaman pada saat pembuatan guludan sebagai pupuk
dasar sebanyak 60 – 80 ton per hektar yang ditebar dan dicampur tanah olahan. Untuk menghemat pemakaian pupuk kompos dapat juga dilakukan dengan jalan mengisi tiap-tiap lobang tanam di awal
pertanaman sebanyak 0.5 – 1kg per tanaman. Pupuk sisipan selanjutnya dilakukan pada umur 2 – 3 bulan, 4 – 6 bulan, dan 8 – 10 bulan. Adapun dosis pupuk sisipan sebanyak 2 – 3 kg per tanaman. Pemberian pupuk kompos ini biasanya dilakukan setelah kegiata penyiangan dan bersamaan dengan kegiatan pembubunan.
b. Pemupukan Konvensional
- Pemupukan Awal
Pupuk dasar yang diberikan saat tanam adalah SP-36 sebanyak 100 kg/ha yang disebar di dalam larikan sedalam 5 cm di antara barisan tanaman atau dimasukkan ke dalam lubang sedalam 5 cm pada jarak 10 cm dari bibit yang baru ditanam. Larikan atau lubang pupuk kemudian ditutup dengan tanah. Sesaat setelah pemupuka tanaman langsung disiram untuk mencegah kekeringan tunas.
- Pemupukan Susulan                         
Pada waktu berumur dua bulan, tanaman dipupuk dengan pupuk kandang sebanyak 0,5 kg/tanaman (10-12,5 ton/ha), 95 kg/ha urea dan 85 kg/ha KCl. Pupuk diberikan kembali pada waktu umur tanaman mencapai empat bulan berupa urea dan KCl dengan dosis masing-masing 40 kg/ha. Pupuk diberikan dengan cara disebarkan merata di dalam larikan pada jarak 20 cm dari pangkal batang tanaman lalu ditutup dengan tanah.
5) Pengairan dan Penyiraman                                       
Pengairan dilakukan secara rutin pada pagi/sore hari ketika tanaman masih berada pada masa pertumbuhan awal. Pengairan selanjutnya ditentukan oleh kondisi tanah dan iklim. Biasanya penyiraman akan lebih banyak dilakukan pada musim kemarau. Untuk menjaga pertumbuhan tetap baik, tanah tidak boleh berada dalam keadaan kering.
6) Waktu Penyemprotan Pestisida
Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala serangan hama penyakit.
7) Pemulsaan
Sedapat mungkin pemulsaan dengan jerami dilakukan diawal tanam untuk menghindari kekeringan tanah, kerusakan struktur tanah (menjadi tidak gembur/padat) dan mencegah tumbuhnya gulma secara berlebihan. Jerami dihamparkan merata menutupi permukaan tanah di antara lubang tanaman.

Manfaat Tanaman Temulawak
Inilah beberapa manfaat temulawak yang bisa digunakan:
1. Memelihara Fungsi Hati
Salah satu manfaat temulawak yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia adalah untuk menjaga fungsi hati. Ini karena temulawak mengandung katagoga yang memproduksi empedu dalam hati serta merangsang pengosongan empedu.
Sejumlah uji klinik terhadap temulawak menemukan bahwa temulawak ternyata memberikan enzim yang dapat menurunkan kadar SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) dan SGPT (Serum Glutamic Pyruvate Tranaminase). SGOT dan SGPT sendiri merupakan enzim yang terdapat dalam sel hati dan jumlahnya akan meningkat jika terjadi kerusakan.
Seperti dilansir Farmacia, sekitar 38 pasien yang menderita gangguan hati dan memiliki nilai SGOT dan SGPT di atas normal diberikan obat yang mengandung 25 miligram kurkuma atau temulawak, serta beberapa elemen lainnya. Hasilnya, ternyata pasien mengalami penurunan nilai SGOT dan SGPT yang cukup signifikan.
2. Mengurangi Radang Sendi
Temulawak memiliki kandungan kurkumin sekitar 100 mg fenibutazon yang dapat mengurangi radang sendi pada tubuh Anda. Kurkumin ini nantinya akan menghambat perpindahan sel-sel leuksit ke daerah radang atau menghambat pembentukan dan transportasi mediator radang yang disebut prostaglandin.
Temulawak sudah lama digunakan sebagai obat alami pereda radang sendi di India. Menurut sebuah studi yang diterbitkan pada 2009 lalu, pasien radang sendi lutut yang mengonsumsi sari temulawak dan ibuprofen setiap hari selama 6 minggu berhasil mengurangi rasa sakit akibat radang atau arthritis tanpa efek samping yang berarti.
3. Melawan Penyakit Kanker
Selain mengobati kerusakan pada hati, temulawak juga memiliki khasiat melawan penyakit kanker yang menjadi momok banyak orang. Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan pada 2001 silam, curcumin diketahui mampu menghambat pertumbuhan kanker prostat secara signifikan sekaligus berpotensi mencegah perkembangan kanker hormone lainnya.
Sementara itu, University of Maryland Medical Center memaparkan jika tanaman herbal, terutama temulawak, dapat menghentikan pertumbuhan pembuluh darah yang membantu pertumbuhan kanker.
Meskipun dokter masih harus melakukan percobaan lebih lanjut, namun secara umum temulawak direkomendasikan untuk pasien penderita kanker.
4. Menurunkan Lemak Darah          
Fraksi kurkuminoid atau ekstrak temulawak memiliki khasiat kesehatan lain yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total. Khasiat temulawak menurunkan kolesterol atau lemak darah tentu saja juga berdampak baik untuk kesehatan jantung serta sistem kardiovaskuler dalam tubuh.
5. Mengatasi Masalah Pencernaan
Manfaat temulawak yang lain adalah melancarkan proses pencernaan. Kandungan zat dalam temulawak diketahui mampu merangsang produksi empedu yang dapat membantu meningkatkan pencernaan. Tak ayal, temulawak mampu membantu penderita yang mengalami berbagai gangguan pencernaan, termasuk kembung, gas dan dyspepsia.
6. Melancarkan ASI
Bagi ibu menyusui, mengonsumsi temulawak ternyata dapat meningkatkan serta melancarkan produksi ASI. Temulawak memiliki kandungan antioksidan yang tinggi sehingga berguna untuk mencegah terjadinya perubahan atau oksidasi nutrisi yang diperlukan untuk memproduksi ASI seperti protein dan asam lemak. Jika terjadi oksidasi nutrisi, maka produksi ASI pada ibu akan berkurang. Bukan itu saja, kualitas ASI juga dapat menurun.



Produk yang dihasilkan dari temulawak
                        
Bagian yang dimanfaatkan
Hasil olahan
Pengguna
Kulit
Kulit
industri pupuk
Daging
Simplisia rimpang
Industri obat tradisional

Pati
Industry makanan

Oleoresin
Industri farmasi makanan

Zat warna
Industri makanan, tekstil, farmasi

Minuman berkarbonat (limun) , minuman nonberkarbonat sirop dan bir
Rumah tangga dan industri minuman