Minggu, 03 September 2017

TUGAS PDK TOGA KELOMPOK 2

TUGAS PRAKARYA dan KEWIRAUSAHAAN
MENGENAL TANAMAN TOGA ( TEMULAWAK )
Kelompok 2
Nama anggota : 1. Arini Risky Nursifa (04)
2. Arya Raqli Purmalastu (05)
3. Honesty Adila (16)
4. Rafika Siwi Pandhadha (25)


Ciri-ciri dari tanaman temulawak ini adalah :
- Tanaman ini merupakan tanaman tahunan.
- Mempunyai tinggi hingga 250 cm.
- Daun lebar memanjang atau seperti daun pisang.
- Pada seluruh batangnya ditutupi oleh pelepah daun.
- Akan muncul bunga dari samping batang, dan mahkota bunga berwarna merah.
- Mempunyai rimpang utama yang besar dan bulat.
- Pada bagian luar rimpang berwarna kuning agak tua.
- Pada bagian dalam rimpang berwarna jingga agak coklat.
- Memiliki rimpang-rimpang yang kecil dari bagian rimpang induknya.
- Memiliki bau yang tajam, rasanya pahit dan pedas.
- Pada akarnya ada gelembung yang berbentuk umbi kecil.

Cara Budidaya Tanaman Temulawak

1. Pembibitan
Perbanyakan tanaman temulawak dilakukan menggunakan rimpangrimpangnya baik berupa rimpang induk (rimpang utama) maupun rimpang anakan (rimpang cabang). Keperluan rimpang induk adalah 1.500-2.000
kg/ha dan rimpang cabang sebanyak 500-700 kg/ha.
1) Persyaratan Bibit
Rimpang untuk bibit diambil dari tanaman tua yang sehat berumur 10 -12 bulan.
2) Penyiapan Bibit
Tanaman induk dibongkar dan bersihkan akar dan tanah yang menempel pada rimpang. Pisahkan rimpang induk dari rimpang anak.
a. Bibit rimpang induk
Rimpang induk dibelah menjadi empat bagian yang mengandung 2-3 mata tunas dan dijemur selama 3-4 jam selama 4-6 hari berturut-turut. Setelah itu rimpang dapat langsung ditanam.
b. Bibit rimpang anak
Simpan rimpang anak yang baru diambil di tempat lembab dan gelap selama 1-2 bulan sampai keluar tunas baru. Penyiapan bibit dapat pula dilakukan dengan menimbun rimpang di dalam tanah pada tempat teduh, meyiraminya dengan air bersih setiap pagi/sore hari sampai keluar tunas. Rimpang yang telah bertunas segera dipotong-potong menjadi potongan yang memiliki 2-3 mata tunas yang siap ditanam. Bibit yang berasal dari rimpang induk lebih baik daripada rimpang anakan. Sebaiknya bibit disiapkan sesaat sebelum tanam agar mutu bibit tidak berkurang akibat penyimpanan.
                                                                                                                            
2. Pengolahan Media Tanam
1) Persiapan Lahan
Lokasi penanaman dapat berupa lahan tegalan, perkebunan atau pekarangan. Penyiapan lahan untuk kebun temulawak sebaiknya dilakukan 30 hari sebelum tanam.
2) Pembukaan Lahan
Lahan dibersihkan dari tanaman-tanaman lain dan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan kunyit. Lahan dicangkul sedalam 30 cm sampai tanah menjadi gembur.
3) Pembentukan Bedengan
Lahan dibuat bedengan selebar 120-200 cm, tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 30-40 cm. Selain dalam bentuk bedengan, lahan dapat juga dibentuk menjadi petakan-petakan agak luas yang dikelilingi parit
pemasukkan dan pembuangan air, khususnya jika temulawak akan ditanam di musim hujan.
4) Pemupukan Organik (sebelum tanam)
Pupuk kandang matang dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 1-2 kg. Keperluan pupuk kandang untuk satu hektar kebun adalah 20-25 to karena pada satu hektar lahan terdapat 20.000-25.000 tanaman.
                                                   
3. Teknik Penanaman
1) Penentuan Pola Tanaman
Penanaman dilakukan secara monokultur dan lebih baik dilakukan pada awal musim hujan kecuali pada daerah yang memiliki pengairan sepanjang waktu. Fase awal pertumbuhan adalah saat dimana tanaman memerlukan banyak air.
2) Pembutan Lubang Tanam                   
Lubang tanam dibuat di atas bedengan/petakan dengan ukuran lubang 30 x 30 cm dengan kedalaman 60 cm. Jarak antara lubang adalah 60 x 60 cm.
3) Cara Penanaman                            
Satu bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam dengan posisi mata tunas menghadap ke atas. Setelah itu bibit ditimbun dengan tanah sedalam 10 cm.
4) Perioda Tanam
Masa tanam temulawak yaitu pada awal musim hujan untuk masa panen musim kemarau mendatang. Penanaman pada di awal musim hujan ini memungkinkan untuk suplai air yang cukup bagi tanaman muda yang memang sangat membutuhkan air di awal pertumbuhannya.
4. Pemeliharaan Tanaman
1) Penyulaman
Tanaman yang rusak/mati diganti oleh bibit yang sehat yang merupakan bibit cadangan.
2) Penyiangan
Penyiangan rumput liar dilakukan pagi/sore hari yang tumbuh di atas bedengan atau petak bertujuan untuk menghindari persaingan makanan dan air. Peyiangan pertama dan kedua dilakukan pada dua dan empat
bulan setelah tanam (bersamaan dengan pemupukan). Selanjutnya penyiangan dapat dilakukan segera setelah rumput liar tumbuh. Untuk mencegah kerusakan akar, rumput liar disiangi dengan bantuan kored/cangkul dengan hati-hati.
3) Pembubunan
Kegiatan pembubunan perlu dilakukan pada pertanaman rimpang rimpangan untuk memberikan media tumbuh rimpang yang cukup baik. Pembubunan dilakukan dengan menimbun kembali area perakaran dengan tanah yang jatuh terbawa air. Pembubunan dilakukan secara rutin setelah dilakukan penyiangan.
4) Pemupukan
a. Pemupukan Organik
Pada pertanian organic yang tidak menggunakan bahan kimia termasuk pupuk buatan dan obat-obatan, maka pemupukan secara organic yaitu dengan menggunakan pupuk kompos organic atau pupuk
kandang dilakukan lebih sering disbanding kalau kita menggunakan pupuk buatan. Adapun pemberian pupuk kompos organic ini dilakukan pada awal pertanaman pada saat pembuatan guludan sebagai pupuk
dasar sebanyak 60 – 80 ton per hektar yang ditebar dan dicampur tanah olahan. Untuk menghemat pemakaian pupuk kompos dapat juga dilakukan dengan jalan mengisi tiap-tiap lobang tanam di awal
pertanaman sebanyak 0.5 – 1kg per tanaman. Pupuk sisipan selanjutnya dilakukan pada umur 2 – 3 bulan, 4 – 6 bulan, dan 8 – 10 bulan. Adapun dosis pupuk sisipan sebanyak 2 – 3 kg per tanaman. Pemberian pupuk kompos ini biasanya dilakukan setelah kegiata penyiangan dan bersamaan dengan kegiatan pembubunan.
b. Pemupukan Konvensional
- Pemupukan Awal
Pupuk dasar yang diberikan saat tanam adalah SP-36 sebanyak 100 kg/ha yang disebar di dalam larikan sedalam 5 cm di antara barisan tanaman atau dimasukkan ke dalam lubang sedalam 5 cm pada jarak 10 cm dari bibit yang baru ditanam. Larikan atau lubang pupuk kemudian ditutup dengan tanah. Sesaat setelah pemupuka tanaman langsung disiram untuk mencegah kekeringan tunas.
- Pemupukan Susulan                         
Pada waktu berumur dua bulan, tanaman dipupuk dengan pupuk kandang sebanyak 0,5 kg/tanaman (10-12,5 ton/ha), 95 kg/ha urea dan 85 kg/ha KCl. Pupuk diberikan kembali pada waktu umur tanaman mencapai empat bulan berupa urea dan KCl dengan dosis masing-masing 40 kg/ha. Pupuk diberikan dengan cara disebarkan merata di dalam larikan pada jarak 20 cm dari pangkal batang tanaman lalu ditutup dengan tanah.
5) Pengairan dan Penyiraman                                       
Pengairan dilakukan secara rutin pada pagi/sore hari ketika tanaman masih berada pada masa pertumbuhan awal. Pengairan selanjutnya ditentukan oleh kondisi tanah dan iklim. Biasanya penyiraman akan lebih banyak dilakukan pada musim kemarau. Untuk menjaga pertumbuhan tetap baik, tanah tidak boleh berada dalam keadaan kering.
6) Waktu Penyemprotan Pestisida
Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala serangan hama penyakit.
7) Pemulsaan
Sedapat mungkin pemulsaan dengan jerami dilakukan diawal tanam untuk menghindari kekeringan tanah, kerusakan struktur tanah (menjadi tidak gembur/padat) dan mencegah tumbuhnya gulma secara berlebihan. Jerami dihamparkan merata menutupi permukaan tanah di antara lubang tanaman.

Manfaat Tanaman Temulawak
Inilah beberapa manfaat temulawak yang bisa digunakan:
1. Memelihara Fungsi Hati
Salah satu manfaat temulawak yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia adalah untuk menjaga fungsi hati. Ini karena temulawak mengandung katagoga yang memproduksi empedu dalam hati serta merangsang pengosongan empedu.
Sejumlah uji klinik terhadap temulawak menemukan bahwa temulawak ternyata memberikan enzim yang dapat menurunkan kadar SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) dan SGPT (Serum Glutamic Pyruvate Tranaminase). SGOT dan SGPT sendiri merupakan enzim yang terdapat dalam sel hati dan jumlahnya akan meningkat jika terjadi kerusakan.
Seperti dilansir Farmacia, sekitar 38 pasien yang menderita gangguan hati dan memiliki nilai SGOT dan SGPT di atas normal diberikan obat yang mengandung 25 miligram kurkuma atau temulawak, serta beberapa elemen lainnya. Hasilnya, ternyata pasien mengalami penurunan nilai SGOT dan SGPT yang cukup signifikan.
2. Mengurangi Radang Sendi
Temulawak memiliki kandungan kurkumin sekitar 100 mg fenibutazon yang dapat mengurangi radang sendi pada tubuh Anda. Kurkumin ini nantinya akan menghambat perpindahan sel-sel leuksit ke daerah radang atau menghambat pembentukan dan transportasi mediator radang yang disebut prostaglandin.
Temulawak sudah lama digunakan sebagai obat alami pereda radang sendi di India. Menurut sebuah studi yang diterbitkan pada 2009 lalu, pasien radang sendi lutut yang mengonsumsi sari temulawak dan ibuprofen setiap hari selama 6 minggu berhasil mengurangi rasa sakit akibat radang atau arthritis tanpa efek samping yang berarti.
3. Melawan Penyakit Kanker
Selain mengobati kerusakan pada hati, temulawak juga memiliki khasiat melawan penyakit kanker yang menjadi momok banyak orang. Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan pada 2001 silam, curcumin diketahui mampu menghambat pertumbuhan kanker prostat secara signifikan sekaligus berpotensi mencegah perkembangan kanker hormone lainnya.
Sementara itu, University of Maryland Medical Center memaparkan jika tanaman herbal, terutama temulawak, dapat menghentikan pertumbuhan pembuluh darah yang membantu pertumbuhan kanker.
Meskipun dokter masih harus melakukan percobaan lebih lanjut, namun secara umum temulawak direkomendasikan untuk pasien penderita kanker.
4. Menurunkan Lemak Darah          
Fraksi kurkuminoid atau ekstrak temulawak memiliki khasiat kesehatan lain yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total. Khasiat temulawak menurunkan kolesterol atau lemak darah tentu saja juga berdampak baik untuk kesehatan jantung serta sistem kardiovaskuler dalam tubuh.
5. Mengatasi Masalah Pencernaan
Manfaat temulawak yang lain adalah melancarkan proses pencernaan. Kandungan zat dalam temulawak diketahui mampu merangsang produksi empedu yang dapat membantu meningkatkan pencernaan. Tak ayal, temulawak mampu membantu penderita yang mengalami berbagai gangguan pencernaan, termasuk kembung, gas dan dyspepsia.
6. Melancarkan ASI
Bagi ibu menyusui, mengonsumsi temulawak ternyata dapat meningkatkan serta melancarkan produksi ASI. Temulawak memiliki kandungan antioksidan yang tinggi sehingga berguna untuk mencegah terjadinya perubahan atau oksidasi nutrisi yang diperlukan untuk memproduksi ASI seperti protein dan asam lemak. Jika terjadi oksidasi nutrisi, maka produksi ASI pada ibu akan berkurang. Bukan itu saja, kualitas ASI juga dapat menurun.



Produk yang dihasilkan dari temulawak
                        
Bagian yang dimanfaatkan
Hasil olahan
Pengguna
Kulit
Kulit
industri pupuk
Daging
Simplisia rimpang
Industri obat tradisional

Pati
Industry makanan

Oleoresin
Industri farmasi makanan

Zat warna
Industri makanan, tekstil, farmasi

Minuman berkarbonat (limun) , minuman nonberkarbonat sirop dan bir
Rumah tangga dan industri minuman



Tidak ada komentar:

Posting Komentar