TUGAS PRAKARYA dan KEWIRAUSAHAAN
MENGENAL TANAMAN TOGA ( JAHE )
Kelompok : 1
Nama anggota : 1. Elen Wijayanti ( 07 )
2. Fadillah Puspa Nadinisa ( 09 )
3. Rerich Kesuma ( 27 )
4. Syakilla Adha Nandianta ( 29 )
1. Ciri – ciri tanaman jahe :
a) Batang jahe merupakan batang semu dengan tinggi 30 – 100 cm
b) Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau menyengat
c) Daun menyirip dengan panjang 15-23 mm dan lebar 8-15mm
d) Tangkai daun berbulu halus
e) Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas ruas tengah
f) Rasa dominan pedas yang disebabkan senyawa bernama zingeron
g) Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah,berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5-5cm dan lebar 1,5-1,75
2. Cara budidaya tanaman jahe :
A. Syarat pertumbuhan
• Iklim
1) Tanaman jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi yaitu antara 2500-4000 mm/tahun.
2) Pada umur 2,5 -7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan sinar matahari.
3) Suhu udara optimum antara 25-30 0 C.
• Media tanam
1) Ditanam pada tanah yang subur,gembur,banyak mengandung humus.
2) Tanaman jahe dapat tumbuh pada keasaman tanah(PH) sekitar 4,3-7,4.
• Ketinggian tempat
1) Jahe tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian 0-2000 mdpl, tetapi di Indonesia pada umumnya dengan ketinggian 200-600 mdpl.
B. Pedoman budidaya
• Pembibitan jahe
1) Bahan bibit diambil langsung dari kebun bukan dari pasar
2) Dipilih bahan bibit dari tanaman yang sudah tua ( berumur 9- 10 bulan )
3) Dipilih pula tanaman yang sehat dan kulit rimpang tidak terluka atau lecet.
• Penyemaian bibit : untuk pertumbuhan tanaman yang seragam ,bibit jangan langsung ditanam sebaiknya terlebih dahulu dikecambahkan. Penyemaian bibit dapat dapat dilakukan dengan peti kayu dan dengan bedegan
• Penyiapan bibit jahe : sebelum ditanam bibit harus dibebaskan dari ancaman penyakit dengan cara bibit tersebut dimasukkan kedalam karung dan dicelupkan kedalam larutan fungisida sekitar 8 jam. Kemudian bibit dijemur 2-4 jam barulah bibit ditanam.
C. Pengolahan media tanam
• Persiapan lahan : untuk mendapatkan hasil yang optimal, keasaaman tanah harus disesuaikan dengan kebutuhan keasaman tanaman jahe.
• Pembukaan lahan : diawali dengan pembajakan tanah sedalam kurang lebih 30 cm untuk mendapatkan kondisi tanah yang gembur. Setelah itu, tanah dibiarkan 2-4 minggu agar gas gas beracun menguap serta bibit penyakit dan hama akan mati terkena sinar matahari.
• Pembentukan bedengan : bedengan bedengan sebaiknya ukuran tinggi 20-30 cm dan lebar 80- 100 cm
• Pengapuran
D. Teknik penanaman jahe
• Penentuan pola tanaman : salah satu pola tanaman yaitu monokultur yang dapat menghasilkan produksi tinggi
• Pembuatan lubang tanaman : untuk menghndari pertumbuhan jahe yang jelek maka sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan- bedengan. Selanjutnya buat lubang- lubang kecil sedalam 3-7,5 cm untuk menanam bibit.
• Cara penanaman : penanaman dilakukan dengan cara melekatkan bibit rimpang secara rebah kedalam lubang tanam.
• Perioda tanam : sebaiknya ditanam pada bulan September dan Oktober.
E. Pemeliharaan tanaman
• Penyulaman : dilakukan sekitar 2-3 minggu setelah ditanam.
• Penyiangan : dilakukan ketika tanaman jahe berusia 2-4 minggu kemudian dilanjutkan 3-6 minggu sekali.
• Pembubunan : tujuan dari pembubunan adalah untuk menimbun rimpang jahe yang kadang – kadang muncul ke atas permukaan tanah.
• Pemupukan : ada 2 cara pemupukan yaitu pemupukan organik dan pemupukan konvensial. Pemupukan organic dilakukan pada awal pertumbuhan tanaman jahe dan pemupukan konvensional dilakukan pada saat tanaman jahe berumur 4 bulan.
• Pengairan dan penyiraman : jika tanaman jahe ditanam pada musim hujan maka tidak perlu ada penyiramamn teratur karena tanaman jahe tidak terlalu membutuhkan banyak air.
• Waktu penyemprotan pestisida : penyemprotan pestisida sebaiknya dilakukan mulai dari penyimpanan bibit untuk disemaikan dan pada saat pemeliharaan. Penyemprotan pestisida pada fase pemeliharaan biasanya dicampur dengan pupuk organik cair ataupun vitamin- vitamin yang mendorong pertumbuhan jahe.
3. Manfaat tanaman jahe :
a) Melancarkan peredaran darah.
b) Meredakan perut kembung.
c) Mengobati migrain.
d) Mengurangi demam dan batuk.
e) Mencegah perut buncit.
f) Menurunkan tekanan darah.
g) Menurunkan berat badan.
h) Mengobati sakit gigi.
i) Mencegah menstruasi yang tidak teratur.
j) Membuat tubuh perkasa
k) Sebagai obat jerawat.
l) Sebagai obat mabuk perjalanan.
m) Mengobati morning sickness ( mual pada ibu hamil )
n) Menurunkan kolesterol.
o) Mengobati luka gigitan ular.
p) Meredakan nyeri dan sendi kaku
q) Memerangi sel kanker.
4. Produk yang biasa dihasilkan :
a) Jahe kering, jahe kering cocok digunakan sebagai penyebab makanan.
b) Jahe instan, dikonsumsi sebagai wedhang jahe, terutama di daerah dingin untuk menghangatkan tubuh.
c) Jus jahe, jus jahe berbentuk cair dan mudah ditakar sehingga sering digunakan dalam memasak dan memanggang kue.
d) Manisan jahe, manisan jahe adalah jahe yang telah dicacah menjadi potongan kecil, kemudian dimasak dan dilapisi gula.
e) Roti jahe, roti jahe adalah makanan produk manis dibumbui dengan jahe.
f) Permen jahe, permen jahe adalah sebuah jenis kembang gula yang berbahan dasar gula dan jahe.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar