TUGAS KELOMPOK
PRAKARYA dan KEWIRAUSAHAAN
Kelompok 10 X MIPA 8Nama anggota kelompok :
1. Fatihatul Faizah (11)
2. Hanif Fauzan Akbar (13)
A. Biografi Wirausahawan
Dudi Elam adalah petani jamur dari Desa Kedakajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang memanen jamur tiram lebih cepat 40 hari sejak inokulasi, itu panen perdana 46 hari setelah inokulasi. Percepatan 5 hari itu sejak Dudi memanfaatkan hormon tumbuh, ia mengelola kumbung berkuran 405m2 terdiri atas 25.000 baglog. Ia mengokulasi baglog dengan menambahkan satu sendok makan munjung bibit per baglog berbobot 1,4 kg (pemberian hormon dilakukan saat pencampuran media tanam). Ia juga menyemprotkan hormon ketika kodisi dalam kumbung terlalu kering yang berfungsi sebagai untuk menjaga kelambapan dalam kumbung.
Doktor Biologi alumnus Kyoto University sekaligus ahli jamur dari Pusat Penelitian Biologi, Dr Iwan Saskiwan, meriset penggunaan hormon pada budidaya jamur tiram pada 2014, dengan cara membudidayakan jenis jamur yang sama dengan menggunakan hormon yang sama, yaitu hormon miselium hasil racikan Pipin Adriatna. Menurut Iwan Saskaiwan hormon itu diduga berperan mempercepat pertumbuhan fase vegetatif atau pertumbuhan miselium jamur. Meskipun demikian penelitian yang dilakukan Iwan belum memperhitungkan secara ekonomi penambahan larutan yang diklaim mengandung hormon tersebut.
Faktor yang menyebabkan cepatnya pertumbuan jamur tiram adalah kelembapan, suhu, cahaya, atau konsentrasi oksigen. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hormon tidak serta-merta meningkatkan produktivitas baglog, hanya mempercepat dan memperbaiki pertumbuhan.
B. Intisari
Dudi Elam adalah petani jamur tiram yang memanfaatkan hormon miselium. Kemudian cara budidaya tersebut diteliti oleh Dr Iwan Saskiwan dengan menggunakan hormon yang sama. Hasil dari penelitian tersebut mendapat suatu kesimpulan, yaitu faktor yang menyebabkan ceoatnya pertumbuhan jamur adalah kelembapan, suhu, cahaya, atau konsentrasi oksigen dan hormon tidak serta-merta meningkatkan produktivitas baglog, hanya mempercepat dan memperbaiki pertumbuhan.
C. Karaktersistik Wirausahawan
1. Berani mengambil resiko, yaitu siap menanggung akibat yang mungkin didapatkan atas usaha yang telah dilakukan.
Ditunjukan oleh kalimat “Meskipun demikian penelitian yang dilakukan Iwan belum memperhitungkan secara ekonomi penambahan larutan yang diklaim mengandung hormon tersebut.”
2. Telaten, yaitu sikap yang dilakukan berulang-ulang tanpa lelah dan mengeluh dalam melaksanakan usahanya.
Ditunjukan oleh kalimat “Ia juga menyemprotkan hormon ketika kodisi dalam kumbung terlalu kering yang berfungsi sebagai untuk menjaga kelambapan dalam kumbung.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar