Senin, 19 Februari 2018

TUGAS PDK

Tugas Kelompok
Prakarya dan Kewirausahaan
Tanaman Hias
X – MIPA – 8
Nama anggota kelompok :
1.      Arini Risky Nursifa     (04)
2.      Eren Oktaviandini       (08)
3.      Mei Nurkhasanah        (22)
Bunga Cinta di Swiss Kecil
Budidaya Mawar Potong di Desa Gunungsari,Kecamatan Bumiaji, Kota Batu – Jawa Timur
A.    Jenis Mawar
Mawar yang dibudidaya di Desa Gunungsari – Jawa Timur antara lain :
  1. Pergiwa.
  2. Pergiwati.
  3. Mirah fila.
  4. Green kalla.
  5. Luciana.
  6. Sexy red.
Mawar yang dihasilkan berupa warna merah, merah muda, jingga terang, putih, kuning, dan warna lainnya.
Mawar yang dibudidaya di Desa Gunungsari – Jawa Timur menggunakan cara konvensional, yaitu secara tradisional, karena biaya lebih murah dan peralatan yang digunakan lebih sederhana daripada menggunakan cara modern dengan greenhouse yang membutuhkan banyak biaya dan peralatan budidaya.
B.     Cara Budidaya
Metode / teknik budidaya Mawar di Desa Gunungsari – Jawa Timur ini menggunakan teknik okulasi / menyambung batang dengan mata tunas untuk menghasilkan bibit yang diinginkan.
C.    Lahan Budidaya
Karena masih menggunakan teknologi konvensional, maka lahan yang diperlukan adalah lahan terbuka dengan kondisi lingkungan yang memadai proses budidaya.
D.    Hasil Budidaya
  • Budidaya akan menghasilkan mawar berkualitas baik jika prosesnya baik dan benar.
  • Lahan seluas 120 hektare  di Desa Gunungsari ditanami sekiar 10 varietas tanaman mawar yang berbeda jenis dan warna dengan jumlah pohon lebih dari 4 juta pohon.
E.     Bentuk Pemasaran
  • Setelah  4 bulan, mawar siap dipotong dan dipasarkan.
  • Bentuk Pemasaran yang dipilih adalah memasarkan mawar dalam bentuk mawar potong dan diproses menjadi buket bunga mawar.
  • Dalam memasarkan mawar potong, perlu diperhatikan daya tahan mawar itu sendiri untuk memastikan bahwa waktu pengiriman kepada konsumen tidak terlalu lama agar mawar dapat sampai kepada konsumen dalam kondisi masih segar.
  • Daya tahan mawar sendiri antara 4 – 5 hari, kecuali mawar jenis sexy red yang dapat bertahan hingga 7 hari, namun ada pula mawar yang hanya bertahan dalam kurun waktu 2 – 3 hari.
F.     Permintaaan Pasar
  • Permintaan Pasar yang terbanyak adalah mawar jenis sexy red karena warnanya yang cantik dan daya tahan yang lebih lama dibandingkan mawar lainnya seelah dipotong.
  • Permintaan lainnya berupa mawar putih, kuning, jingga dan lainnya.
G.    Target Pasar
  • Target pasar yang dituju adalah seluruh wilayah Indonesia seperti Jakarta, Bali, Mataram, Bandung, Jogja, Surabaya, Balikpapan, Palangkaraya, Medan, Palembang, dan wilayah Indonesia lainnya.
H.    Harga Pemasaran
  • Harga yang dipatok dalam penjualan mawar potong yaitu antara Rp.2.500; hingga Rp.3.000; tergantung warnanya.
I.       Keunggulan Mawar di Kotamadya daripada kota lainnya yaitu :
  • Kotamadya merupakan produsen terbesar dengan produksi pada tahun 2011 mencapai 11,2 juta mawar, dibanding Bandung yang hanya menghasilkan 200.000 mawar saja.
  • Varietasnya beragam, sehingga konsumen memiliki banyak pilihan.
  • Jaringan pengiriman yang tersebar ke berbagai kota – kota besar.
  • Lahan yang memiliki iklim ideal dengan ketinggian tanah sekitar 800 meter dpl.
  • Mendapat dukungan dari Dinas Pertanian melalui sekolah lapang kepada petani mawar.
  • Menjadi potensi pengembangan agrowisata Kotamadya Batu dengan menjadikan bunga mawar sebagai ikon.
  • Memiliki hubungan dengan pemerintah daerah Kota Batu untuk mengembangkan agrowisata Desa Gunungsari – Jawa Timur.
J.      Hal yang Menarik

  • Bunga mawar memiliki banyak penggemar.
  • Mawar merupakan bunga yang unik bentuknya dan identik sebagai wujud cinta, karena itulah bunga mawar sering disebut sebagai bunga cinta.
  • Kota Batu tidak hanya dijuluki sebagai Kota Apel, tetapi juga dijuluki sebagai Negeri Swiss Kecil dan menjadi sentra utama mawar Nusantara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar