Tugas
Kelompok
Prakarya
dan Kewirausahaan
Tanaman
Hias
X – MIPA – 8
Nama anggota kelompok :
1.
Arini Risky Nursifa (04)
2.
Eren Oktaviandini (08)
3.
Mei Nurkhasanah (22)
Bunga Cinta
di Swiss Kecil
Budidaya
Mawar Potong di Desa Gunungsari,Kecamatan Bumiaji, Kota Batu – Jawa Timur
A. Jenis
Mawar
Mawar
yang dibudidaya di Desa Gunungsari – Jawa Timur antara lain :
- Pergiwa.
- Pergiwati.
- Mirah fila.
- Green kalla.
- Luciana.
- Sexy red.
Mawar
yang dihasilkan berupa warna merah, merah muda, jingga terang, putih, kuning,
dan warna lainnya.
Mawar
yang dibudidaya di Desa Gunungsari – Jawa Timur menggunakan cara konvensional,
yaitu secara tradisional, karena biaya lebih murah dan peralatan yang digunakan
lebih sederhana daripada menggunakan cara modern dengan greenhouse yang
membutuhkan banyak biaya dan peralatan budidaya.
B. Cara
Budidaya
Metode
/ teknik budidaya Mawar di Desa Gunungsari – Jawa Timur ini menggunakan teknik
okulasi / menyambung batang dengan mata tunas untuk menghasilkan bibit yang
diinginkan.
C. Lahan
Budidaya
Karena
masih menggunakan teknologi konvensional, maka lahan yang diperlukan adalah
lahan terbuka dengan kondisi lingkungan yang memadai proses budidaya.
D. Hasil
Budidaya
- Budidaya akan menghasilkan mawar
berkualitas baik jika prosesnya baik dan benar.
- Lahan seluas 120 hektare di Desa Gunungsari ditanami sekiar 10
varietas tanaman mawar yang berbeda jenis dan warna dengan jumlah pohon
lebih dari 4 juta pohon.
E. Bentuk
Pemasaran
- Setelah 4 bulan, mawar siap dipotong dan
dipasarkan.
- Bentuk Pemasaran yang dipilih
adalah memasarkan mawar dalam bentuk mawar potong dan diproses menjadi
buket bunga mawar.
- Dalam memasarkan mawar potong,
perlu diperhatikan daya tahan mawar itu sendiri untuk memastikan bahwa
waktu pengiriman kepada konsumen tidak terlalu lama agar mawar dapat sampai
kepada konsumen dalam kondisi masih segar.
- Daya tahan mawar sendiri antara 4 –
5 hari, kecuali mawar jenis sexy red yang dapat bertahan hingga 7
hari, namun ada pula mawar yang hanya bertahan dalam kurun waktu 2 – 3
hari.
F. Permintaaan
Pasar
- Permintaan Pasar yang terbanyak
adalah mawar jenis sexy red karena warnanya yang cantik dan daya
tahan yang lebih lama dibandingkan mawar lainnya seelah dipotong.
- Permintaan lainnya berupa mawar
putih, kuning, jingga dan lainnya.
G. Target
Pasar
- Target pasar yang dituju adalah
seluruh wilayah Indonesia seperti Jakarta, Bali, Mataram, Bandung, Jogja,
Surabaya, Balikpapan, Palangkaraya, Medan, Palembang, dan wilayah
Indonesia lainnya.
H. Harga
Pemasaran
- Harga yang dipatok dalam penjualan
mawar potong yaitu antara Rp.2.500; hingga Rp.3.000; tergantung warnanya.
I. Keunggulan
Mawar di Kotamadya daripada kota lainnya yaitu :
- Kotamadya merupakan produsen
terbesar dengan produksi pada tahun 2011 mencapai 11,2 juta mawar,
dibanding Bandung yang hanya menghasilkan 200.000 mawar saja.
- Varietasnya beragam, sehingga
konsumen memiliki banyak pilihan.
- Jaringan pengiriman yang tersebar
ke berbagai kota – kota besar.
- Lahan yang memiliki iklim ideal
dengan ketinggian tanah sekitar 800 meter dpl.
- Mendapat dukungan dari Dinas
Pertanian melalui sekolah lapang kepada petani mawar.
- Menjadi potensi pengembangan
agrowisata Kotamadya Batu dengan menjadikan bunga mawar sebagai ikon.
- Memiliki hubungan dengan pemerintah
daerah Kota Batu untuk mengembangkan agrowisata Desa Gunungsari – Jawa
Timur.
J. Hal
yang Menarik
- Bunga
mawar memiliki banyak penggemar.
- Mawar
merupakan bunga yang unik bentuknya dan identik sebagai wujud cinta,
karena itulah bunga mawar sering disebut sebagai bunga cinta.
- Kota Batu tidak hanya dijuluki
sebagai Kota Apel, tetapi juga dijuluki sebagai Negeri Swiss Kecil dan
menjadi sentra utama mawar Nusantara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar